full screen background image

Kunjungan Kehormatan Konsulat Jenderal Filipina di Kantor Imigrasi Kelas I Ternate

Ternate – Konsul Jenderal (Konjen) Filipina yang berkantor di Manado Mr. Oscar G. Orcine dan rombongan melakukan Kunjungan Kehormatan ke Kantor Imigrasi Kelas I Ternate dan diterima oleh Kepala Divisi Imigrasi Bp. Dodi Karnida dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Ternate Bp. Syafrial, Minggu ( 31 / 1 ).

Tujuan kedatangan Konjen Filipina tersebut tidak lain yakni untuk membangun hubungan baik dan silahturami sekaligus meningkatkan kerja sama antar pemerintah Indonesia bersama dengan Philipina yang menyangkut keimigrasian. Seperti diketahui saat ini juga di Kantor Imigrasi Kelas I Ternate terdapat 40 orang Warga Negara Filipina yang ditangkap oleh pihak Bea Cukai dan Pol Air dikarenakan melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Maluku Utara (Pulau Morotai) satu bulan lalu, yang kemudian diserahkan ke pihak Imigrasi guna dilakukan pemeriksaan dan proses pendeportasian ke Negara Filipina.

Kepala kantor Imigrasi Kelas I Ternate Bp. Syafrial mengatakan yang menjadi kendala Kantor Imigrasi Kelas I Ternate adalah pada saat proses pemeriksaan berlangsung ada beberapa ditemukan Orang Filipina yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia sehingga dirasa sulit untuk menentukan status Kewarganegaraannya apalagi bila hasil verifikasi dari Konjen Filipina ada beberapa orang yang bukan Kewarganegaraan Filipina namun berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka tinggal di Filipina dan berbahasa Filipina. Untuk kedepan bila ditemukan masalah yang sama berharap Konsulat Jenderal Filipina dapat memberikan solusi yang terbaik dan untuk untuk segala dokumen yang diperlukan ke 40 orang Warga Negara Filipina tersebut dapat segera diselesaikan guna proses pendeportasian ke Negara Filipina. Ditambahakan juga oleh Kepala Divisi Imigrasi Bp. Dodi Karnida bahwa tidak ada data Warga Negara Filipina yang memliki Izin Keimigrasian baik di Kantor Imigrasi Ternate maupun Kantor Imigrasi Tobelo.

Konsul Jenderal Filipina berterimakasih kepada pihak-pihak terkait khususnya Kantor Imigrasi Ternate yang telah menerima kunjungannya kali ini. Dan dikatakan sangat menarik mengingat bahwa lalulintas orang antar kedua Negara ini sudah berlangsung sejak dulu, bahkan dikepulauan Sangihe – Talaud dikenal dengan penduduk Sangir – Philipina ( Sarpi ), banyak orang Filipina yang tinggal dan menikah dengan orang Indonesia di perbatasan Indonesia begitu juga sebaliknya. Sehingga menjadikan populasi yang menarik antar kedua Negara yang mengawinkan 2 (dua) tradisi dari kedua Negara tersebut. Menerangkan juga mengapa proses verifikasi ke 40 orang tersebut menjadi lama karena kita harus memeriksa data mereka apa benar-benar orang Filipina, jika mereka punya KTP dan tidak ada di daftar Warga Negara Filipina itu juga masalah buat kami. Meskipun mereka sudah tinggal selama 40 tahun di Filipina tapi tidak pernah mengajukan kewaraganegaraan Filipina mereka bukan Filipina, tapi ini berita penting dan akan saya bicarakan dengan hokum pemerintahan saya untuk menentukan Kewarganegaraan mereka. Dan yang terkahir bila diizinkan rencana pemulangan ke 40 orang terebut bisa dilakukan di Bitung via kapal laut ke Filipina karena tanggal 14 Februari nanti akan memulangkan juga orang-orang Filipina dari Sorong dengan kapal laut dan transit di Ternate untuk menjemput merekauntuk kemudian ke Bitung, tutup Mr. Oscar G. Orcine. (Reindy S. Yuniarto-Kanim Ternate)